FASILITAS PUSKESMAS SYAMTALIRA BAYU


Pemerintah selalu berupaya meningkatkan derajat Kesehatan masyarakat karena kesehatan adalah hak dan investasi, dan semua warga negara berhak atas kesehatannya, untuk itu maka pembangunan kesehatan dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi – tingginya. Dalam kerangka mencapai tujuan tersebut, pembangunan kesehatan dilaksanakan secara sistematis dan berkesinambungan.

Pembangunan kesehatan yang dilaksanakan oleh Negara Kesatuan Republik Indonesia bertujuan untuk masyarakat Indonesia yang sehat mandiri secara berkeadilan. Pembangunan di bidang kesehatan bertujuan juga antara lain untuk memperbaiki derajat kesehatan masyarakat secara efektif dan efisien, agar semua lapisan masyarakat memperoleh layanan kesehatan secara mudah

Meningkatnya persaingan dan tuntutan masyarakat terhadap mutu pelayanan kesehatan telah mendorong puskesmas agar dikelola secara profesional. Selain itu, masih adanya kelemahan dalam manajemen puskesmas, seperti sumber daya manusia yang masih perlu ditingkatkan kualitasnya, sumber daya keuangan belum mencukupi, sistem informasi masih dilakukan secara manual dan sarana/prasarana puskesmas masih belum sesuai dengan kebutuhan. Dalam era otonomi, Puskesmas didorong untuk menyusun perencanaan yang matang sesuai dengan analisis situasi setempat dalam bentuk rencana kerja (renja) puskesmas

Dengan berpedoman pada dokumen Rencana Kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Utara Tahun 2012-2017 ( Renja Dinkes 2012-2017 ), maka disusunlah Rencana Kerja untuk mengantisipasi permasalahan kesehatan ditingkat Puskesmas. Dokumen Rencana Kerja (Renja) Puskesmas Syamtalira Bayu dibuat untuk masa kerja lima tahun mendatang

Renja Puskesmas Syamtalira Bayu merupakan Dokumen Perencanaan yang bersifat indikatif yang memuat program – program pembangunan kesehatan yang akan dilaksanakan langsung oleh Puskesmas dengan dorongan peran aktif masyarakat untuk kurun waktu tahun 2016 – 2020. Renja ini dapat juga dijadikan sebagai bahan evaluasi indikator keberhasilan pembangunan kesehatan di wilayah Puskesmas Syamtalira Bayu dapat berjalan secara lebih sistematis, komprehensif dan tetap fokus pada tuntutan peningkatan kesehatan mendasar yang dibutuhkan dan dirasakan masyarakat.

Adapun maksud penyusunan Renja ini adalah tersedianya dan tersusunnya dokumen perencanaan kerja pembangunan kesehatan.  Sedangkan tujuan penyusunan Renja adalah tersedianya suatu dokumen yang sistimatis dan komprehensif yang menjamin adanya konsistensi perumusan kondisi atau kebutuhan penyelesaian masalah kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Syamtalira Bayu.

  1. Landasan Hukum

Landasan hukum penyusunan Rencana Kerja Dinas Kesehatan tahun 2017 agar terjadi sinkronisasi dan konsistensi dengan peraturan dan dokumen perencanaan lainnya adalah :

  1. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional;

  1. Undang–Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 8 tahun 2005 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang- Undang Nomor 3 Tahun 2005 tentang Perubahan atas Undang– Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah menjadi Undang-Undang;

  1. Undang–Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dengan Pemerintah Daerah;

  1. Undang–Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang;

  1. Undang-undang No 17 tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional, tahun 2005-2025;

  1. Undang- Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh;

  1. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah;

  1. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Kabupaten, dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota;

  1. Peraturan Pemerintah No 8 Tahun 2008 tentang Tahapan Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah;

  1. Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional;

  1. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2010 tentang Kewenangan Gubernur sebagai Wakil Pemerintah Pusat di Provinsi;

  1. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2010 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2010-2016;
  2. Peraturan Presiden Nomor 32 Tahun 2011 tentang Master Plant Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia Tahun 2011-2025;

  1. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana diubah dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59 Tahun 2007 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah;

  1. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturen Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 Tentang Tahapan Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah;

  1. Peraturan Gubernur Aceh Nomor 70 Tahun 2012 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Aceh Tahun 2012-2017.

  1. Undang – Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara.

  1. Undang – Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara.

  1. Undang – Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan, Pengelolaan dan Tanggungjawab Keuangan Negara.

  1. Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2004 tentang Rencana Kerja Pemerintah.

  1. Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 2006 tentang Tatacara Penyusunan Rencana pembangunan Nasional.

No Uraian Jumlah Kekurangan
a. Sumber Daya Manusia    
1 Dokter Umum 2 1
2 Dokter Gigi 0 1
3 Perawat 54 0
4 Perawat Gigi 3 0
5 Bidan 108 0
6 Farmasi 6 0
7 Kesehatan Masyarakat 7 0
8 Kesehatan Lingkungan 1 1
9 Nutrision 0 2
10 Fisioterapi 0 2
11 Analis Kesehatan 3 2
12 Medikal Rekord 2 3
13 Tenaga Kesehatan Lainnya 0 18
b. Sarana dan Jaringan    
1 Ruangan Pelayanan UKP 13  
2 Ruangan Pelayanan Rawat Inap 3  
3 Ruangan Pelayanan UKM 1  
4 Ruangan Pelayanan Administrasi 2  
5 Aula 1  
6 Mushalla 1  
7 Toilet 16  
8 Pustu 2  
9 Poskesdes 3  
10 Polindes 4  
c. Prasarana    
1 PDAM /Tower Penampungan air Ada  
2 Oksigen Ada  
3 SPAL/ Pemusnahan sampah infeksius Ada  
4 APAR Set Ada  
5 Alat SIK Kesehatan Ada  
6 Ambulance 1  
7 Pusling 1  
8 Sepeda Motor Petugas 13  
9 Mobiler ( Lemari,Meja,Kursi )   Kurang
  1. Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 2007 tentang Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kepada Pemerintah, Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Kepala Daerah Kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, Dan Informasi Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kepada Masyarakat.

  1. Keadaan Umum Puskesmas

Syamtalira Bayu merupakan salah satu Kecamatan di Kabupaten Aceh Utara. Kecamatan Syamtalira Bayu berbatasan dengan sebelah utara berbatas dengan Selat Malaka, sebelah selatan berbatas dengan Kec. Geurudung Pase, sebelah timur berbatas dengan Kec. Samudera dan Meurah Meulia, dan sebelah barat berbatas dengan Kec.  Blang Mangat Kota Lhokseumawe. Jumlah Desa yang ada di Kec. Syamtalira Bayu Kab. Aceh Utara sebanyak 4 Kemukiman yang terdiri dari 38 desa / dusun 108 buah. Berdasarkan data survey jumlah penduduk Kec. Symtalira Bayu tahun 2018 sebanyak 20.481  jiwa yang berjenis kelamin laki-laki sebanyak 10.356 jiwa (51%) dan perempuan sebanyak 10.125 (49%).

Untuk lebih jelasnya mengenai keadaan umum Puskesmas Syamtalira Bayu  dapat dilihat pada tabel berikut ini :

  1. Maksud dan Tujuan

Rencana Kerja ( Renja ) Puskesmas Syamtalira Bayu Kabupaten Aceh Utara Tahun 2017 disusun dengan :

Maksud :

  1. Menetapkan dokumen perencanaan yang memuat program dan kegiatan pembangunan daerah khususnya Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga Sejahtera, sesuai fungsi dan peran Puskesmas Syamtalira Bayu.

  1. Mensinergikan hasil musrenbang dengan program dan kegiatan yang dilaksanakan Puskesmas Syamtalira Bayu, sesuai fungsi dan peran Puskesmas Syamtalira Bayu.

  1. Mendiskripsikan fungsi dan peran Puskesmas Syamtalira Bayu.

 

Tujuan :

  1. Mengoptimalkan peran dan fungsi Puskesmas Syamtalira Bayu dalam pelaksanaan pembangunan bidang kesehatan di Kabupaten Aceh Utara tahun 2017.

  1. Mempermudah pengendalian, monitoring, evaluasi dan koordinasi dalam pelaksanaan rencana kerja Puskesmas Syamtalira Bayu tahun 2017

  1. Sebagai pedoman penyusunan program dan kegiatan pada Puskesmas Syamtalira Bayu tahun 2017.

 

  1. Indikator dan Standar Kinerja Untuk Tiap Jenis Pelayanan dan Upaya Puskesmas

Indikator dan standar kinerja ditiap pelayanan  berfungsi sebagai pedoman  dalam penyelenggaraan layanan kepada masyarakat, terjaminnya hak masyarakat dalam menerima suatu layanan dan dapat digunakan sebagai alat untuk menentukan alokasi anggaran yang dibutuhkan.

Untuk lebih jelasnya mengenai standar pelayanan di Puskesmas Syamtalira Bayu  dapat dilihat pada tabel berikut ini :

No Jenis Pelayanan Standar Indikator Keterangan
I. Pelayanan Kesehatan Dasar 1. Cakupan kunjungan Ibu Hamil K- 4. Ibu hamil yang mendapatkan pelayanan antenatal sesuai standar paling sedikit empat kali, triwulan ketiga umur kehamilan.
2. Cakupan komplikasi kebidanan yang ditangani. Komplikasi kebidanan pada kehamilan, persalinan, nifas.
3. Cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi kebidanan Proses pelayanan persalinan dimulai pada kala I s/d kala IV Persalinan
    4. Cakupan Pelayanan Nifas pelayanan kepada ibu nifas sedikitnya 3 kali, pada 6 jam pasca persalinan s.d 3 hari; pada minggu ke II, dan pada minggu ke VI termasuk persiapan dan/atau pemasangan KB Pasca Persalinan
5. Cakupan Neonatus dengan komplikasi yang ditangani Bayi berumur 0 – 28 hari, dengan penyakit dan kelainan yang dapat menyebabkan kesakitan, kecacatan, dan kematian
    6. Cakupan Kunjungan Bayi Setiap bayi memperoleh pelayanan kesehatan minimal 4 kali yaitu
1 kali pada umur 29 hari-3 bulan, 1 kali pada umur 3-6 bulan, 1 kali pada umur 6-9 bulan, dan 1 kali pada umur 9-11 bulan.
7. Cakupan Desa/ Kelurahan Universal Child Immunization (UCI) imunisasi dasar secara lengkap pada bayi (0-11 bulan), Ibu hamil, WUS dan anak sekolah tingkat dasar.
    8. Cakupan pelayanan anak balita Mencakup Pemantauan pertumbuhan dan
Pemantauan perkembangan setiap anak usia 12-59 bulan dilaksanakan minimal 2 kali pertahun (setiap 6 bulan)
9. Cakupan pemberian makanan pendamping ASI pada anak usia 6 – 24 bulankeluarga miskin Pemberian makanan pendamping ASI pada anak usia 6 – 24 Bulan dari keluarga miskin selama 90 hari.
    10. Cakupan balita gizi buruk mendapat perawatan balita gizi buruk yang ditangani di sarana pelayanan kesehatan sesuai tatalaksana gizi buruk di satu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu.
11. Cakupan penjaringan kesehatan siswa SD dan setingkat pemeriksaan kesehatan umum, kesehatan gigi dan mulut siswa kelas 1 SD dan Madrasah Ibtidaiyah yang dilaksanakan oleh tenaga kesehatan bersama guru, dokter kecil.
    12. Cakupan peserta KB aktif Pasangan suami – Isteri, yang istrinya berusia 15 – 49 tahun. Angka Cakupan Peserta KB aktif menunjukkan Tingkat pemanfaatan kontrasepsi di antara para Pasangan Usia Subur (PUS).
    13. Cakupan Penemuan dan Penanganan Penderita Penyakit. a. Acute Flacid Paralysis (AFP) rate per 100.000 penduduk < 15 tahun
b. Penemuan Penderita Pneumonia Balita
c. Penemuan pasien baru TB BTA Positif
d. Penderita DBD yang ditangani
14. Cakupan pelayanan kesehatan dasar pasien masyarakat miskin Jumlah pasien masyarakat miskin di puskesmas pada kurun waktu tertentu.
II. Pelayanan Kesehatan Rujukan 15. Cakupan pelayanan kesehatan rujukan pasien masyarakat miskin  Rawat Jalan Tingkat Lanjut meliputi rawat inap di sarana kesehatan strata dua dan strata tiga
16. Cakupan Pelayanan Gawat Darurat level 1 yang harus diberikan tempat pelayanan gawat darurat yang memiliki Dokter Umum on site 24 jam dengan General Emergency Life Support. Advance Trauma Life Support. Advance Cardiac Life Support.
III. Penyelidikan Epidemiologi dan Penanggulangan KLB 17. Cakupan Desa/kelurahan mengalami KLB yang dilakukan penyelidikan epidemiologi < 24 jam Upaya untuk menemukan penderita atau tersangka penderita, penatalaksanaan Penderita, pencegahan peningkatan, perluasan dan menghentikan suatu KLB.
IV. Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat 18. Cakupan Desa Siaga Aktif desa yang mempunyai Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) atau UKBM lainnya berfungsi sebagai pemberi pelayanan kesehatan dasar, penanggulangan bencana dan kegawatdaruratan, surveilance berbasis masyarakat yang meliputi pemantauan pertumbuhan (gizi), penyakit, lingkungan dan

  1. Pencapaian Kinerja

Pencapaian kinerja ditiap pelayanan  berguna sebagai pedoman  dalam peningkatan penyelenggaraan layanan kepada masyarakat, sehingga timbulnya suatu kesinambungan dan perbaikan kinerja yang lebih bermanfaat dan dapat digunakan sebagai alat untuk menentukan alokasi anggaran yang dibutuhkan ke periode berikutnya. Adapun capaian kinerja pelayanan di Puskesmas Syamtalira Bayu  dapat dilihat pada tabel berikut ini :

Daftar indikator standar capaian kinerja bidang kesehatan

  1. Standar pelayanan wajib
 

No

 

Indikator Standar Pelayanan Wajib

Target

2016 2017 2018 2019 2020
A. Pelayanan Kesehatan Dasar
1. Cakupan kunjungan ibu hamil K4 96% 97% 98% 99% 100%
2. Cakupan komplikasi kebidanan yang ditangani 84% 88% 92% 96% 100%
3. Cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi kebidanan 92% 94% 96% 98% 100%
4. Cakupan pelayanan nifas 92% 94% 96% 98% 100%
5. Cakupan neonatus dengan komplikasi yang ditangani 84% 88% 92% 96% 100%
6. Cakupan kunjungan bayi 92% 94% 96% 98% 100%
7. Cakupan Desa/kelurahan Universal Child Immunization (UCI) 100% 100% 100% 100% 100%
8. Cakupan Pelayanan anak balita 92% 94% 96% 98% 100%
9. Cakupan pemberian makanan pendamping ASI pada anak usia 6-24 bulan keluarga miskin 100% 100% 100% 100% 100%
10. Cakupan balita gizi buruk mendapat perawatan 100% 100% 100% 100% 100%
11. Cakupan penjaringan kesehatan siswa SD 100% 100% 100% 100% 100%
12. Cakupan peserta KB aktif 76% 82% 88% 94% 100%
13. Penemuan AFP (Accute Flaccid Paralysis) Rate per 100.000 penduduk < 15 tahun 100% 100% 100% 100% 100%
14. Penemuan dan penanganan penderita pneumonia balita 100% 100% 100% 100% 100%
15. Penemuan dan penanganan pasien baru TB BTA positif 100% 100% 100% 100% 100%
16. Penemuan dan penanganan penderita DBD 100% 100% 100% 100% 100%
17. Penemuan dan penanganan penderita diare 100% 100% 100% 100% 100%
18. Cakupan pelayanan kesehatan dasar masyarakat miskin 100% 100% 100% 100% 100%
B. Penyelidikan epidemiologi dan penanggulangan KLB
19. Cakupan desa/kelurahan mengalami KLB yang dilakukan penyelidikan epidemiologi < 24 jam 100% 100% 100% 100% 100%
C. Promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat
20. Cakupan desa siaga aktif 84% 88% 92% 96% 100%

  1. Standar pelayanan pengembangan
 

No

Indikator Standar Pelayanan Pengembangan

Target

2016 2017 2018 2019 2020
1. Cakupan kunjungan ibu hamil K1 96% 97% 98% 99% 100%
2. Cakupan persalinan di fasilitas kesehatan 84% 88% 92% 96% 100%
3. Cakupan kunjungan neonatus lengkap 84% 88% 92% 96% 100%
4. Cakupan pelaksanaan SDIDTK pada bayi 92% 94% 96% 98% 100%
5. Cakupan pelaksanaan SDIDTK pada balita 92% 94% 96% 98% 100%
6. Cakupan pelaksanaan SDIDTK pada apras 92% 94% 96% 98% 100%
7. Cakupan KB pasca salin 76% 82% 88% 94% 100%
8. Cakupan balita ditimbang berat badannya (D/S) 76% 82% 88% 94% 100%
9. Cakupan balita yang naik berat badannya (N/D) 84% 88% 92% 96% 100%
10. Cakupan pemantauan pertumbuhan balita BGM 84% 88% 92% 96% 100%
11. Cakupan pemberian ASI eksklusif 0-6 bulan 74% 78% 82% 86% 90%
12. Cakupan pemberian kapsul vitamin A dosis tinggi pada bayi usia 6-11 bulan 88% 91% 94% 98% 100%
13. Cakupan pemberian kapsul vitamin A dosis tinggi pada balita usia 6-59 bulan 87% 90% 95% 98% 100%
14. Cakupan pemberian vitamin A dosis tinggi pada ibu nifas 87% 90% 95% 98% 100%
15. Cakupan pemberian Fe 90 tablet pada ibu hamil 84% 88% 92% 96% 100%
16. Cakupan BIAS campak 100% 100% 100% 100% 100%
17. Cakupan BIAS DT 100% 100% 100% 100% 100%
18. Cakupan BIAS Td 100% 100% 100% 100% 100%
19. Angka KIPI yang ditangani 100% 100% 100% 100% 100%
20. Persentase rumah yang memenuhi syarat kesehatan 52% 56% 60% 65% 70%
21. Persentase air minum yang memenuhi syarat kesehatan 72% 79% 86% 93% 100%
22. Persentase air bersih yang memenuhi syarat kesehatan 72% 79% 86% 93% 100%
23. Persentase keluarga menggunakan jamban sehat 57% 60% 64% 67% 70%
24. Persentase Desa SBS 18% 26% 34% 42% 50%
25. Persentase cakupan tempat-tempat umum (TTU) yang memenuhi syarat kesehatan 56% 62% 68% 74% 80%
26. Persentase cakupan Tempat Pengelolaan Makanan (TPM) yang memenuhi syarat kesehatan 56% 62% 68% 74% 80%
27. Cakupan rumah tangga PHBS 70% 70% 70% 70% 70%
28. Cakupan penjaringan kesehatan siswa SMP setingkat 100% 100% 100% 100% 100%
29. Cakupan penjaringan kesehatan siswa SMA setingkat 100% 100% 100% 100% 100%
30. Cakupan penerapan SIMPUS Rawat Jalan 100% 100% 100% 100% 100%
31. Cakupan penerapan SIMPUS Gizi KIA 100% 100% 100% 100% 100%
32. Capaian pembuatan profil kesehatan puskesmas 100% 100% 100% 100% 100%
33. Cakupan pembinaan kelompok lanjut usia 84% 88% 92% 96% 100%
34. Cakupan pelayanan kesehatan lanjut usia 60% 70% 80% 90% 100%

  1. Analisis Kinerja

Permasalahan yang dihadapi Puskesmas Syamtalira Bayu adalah masih memiliki kinerja yang masih belum sempurna hal ini bisa dilihat dari kegiatan yang dilakukannya belum sepenuhnya mencapai apa yang menjadi visi-misi organisasi. Untuk mengukur kinerja tersebut Kementerian Kesehatan mempunyai standar pelayanan minimal. Tujuannya adalah untuk mengetahui bagaimana kinerja dan indikator-indikatornya dan dengan begitu akan memudahkan dalam mengevaluasi kinerja dan dalam pelaporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah. Ditinjau secara teoritis pengukuran kinerja ini mencakup responsiveness, responsibility, accountability, productivity, dan quality of services (Agus Dwiyanto, 1995 : 7). Sementara itu ada sudut pandang lain yang melihat indikator kinerja itu meliputi input, proses, output, outcome, benefit dan impact. (LAN , 2000).

Analisis kinerja perlu dilakukan ditiap pelayanan  yang bertujuan untuk mengetahui keberhasilan dalam penyelenggaraan layanan kesehatan kepada masyarakat, sehingga dapat diketahui adanya perencanaan yang berkualitas untuk perbaikan kinerja untuk menunjang pelayanan yang berkualitas bagi peningkatan kesehatan masyarakat. Capaian kinerja pelayanan di Puskesmas Syamtalira Bayu  dapat dilihat pada tabel berikut ini :

CAKUPAN KEGIATAN KINERJA PUSKESMAS SYAMTALIRA BAYU TAHUN 2017

NO

JENIS KEGIATAN SATUAN TARGET SASARAN (T) PENCAPAIAN (H) CAKUPAN
SUB VARIABEL (SV)

VARIABEL (V)

UPAYA KESEHATAN ESENSIAL
1. PROMKES         84,3 %
  1.      Desa yang memiliki kebijakan PHBS Desa 2 2 100 %  
2.      Jumlah Yang Ber PHBS Rumah 210 78 37  %  
3.      Posyandu Aktif Posy 43 43 100 %  
4.      KS Kk 86 86 100 %  
2. KESLING         67.5 %
  1.      Kualitas air minum yang memenuhi syarat kesehatan Masy 20792 14651 71 %  
2.      STBM (sanitasi total berbasis masyarakat) Desa 38 16 42 %  
3.      Jamban Sehat Rumah 1769 1022 57,7 %  
4.      TTU Sarana 22 22 100 %  
5.      Rumah Sehat Rumah 3065 2183        71 %  
6.      Tempat Pengelolaan Makanan Sarana 67 35 52 %  
  7.      Sarana air bersih Sarana 831 663 79 %  
3. KIA & KB         82 %
  1.      KN 1 Neonatus 504 504 100 %  
2.      KN Lengkap Neonatus 504 504 100 %  
3.      Cakupan Penanganan Neonatus Komplikasi Neonatus 504 63 12,5  %  
4.      Pelayanan Kesehatan  Bayi Bayi 468 390 83,3 %  
5.      Pelayanan Kesehatan Balita (8x Kunjungan) Balita 1876 1550 82,6  %  
6.      KB Aktif Pus 3614 2118 58 %  
7.      K1 Bumil 513 488 95,1 %  
8.      K4 Bumil 513 449 87,7  %  
9.      Persalinan NAKES Bulin 514 511 99,4  %  
10.   Deteksi Resiko Bumil Resti Bumil 153 153 100  %  
4. GIZI         91 %
 

 

 

 

 

 

 

1.      Gizi buruk yang mendapatkan perawatan Balita 1 1 100 %  
2.      Asi Exclusif Busui 468 165 35 %  
3.      Vitamin A untuk balita Balita 1852 1852 100 %  
4.      FE bumil Bumil 723     723 100 %  
5.      Bumil KEK yang mendapatkan PMT Bumil 42 42 100 %  
6.      Balita Gizi kurang yang mendapatkan  PMT Balita 67 67 100 %  
7.      TTD (Tablet Tambah Darah) remaja putri disekolah Remaja 1060 0 0  
8.      Bufas Vit A Bufas 511 511 100 %  
5. P2P         62 %
  TB PARU         59,5 %
1.      Temuan TB Orang 31 6 19 %  
2.      CDR Orang 31 6 19 %  
3.      Angka Keberhasilan Pengobatan Orang 6 6 100 %  
4.      Pasien yang ditemukan Orang 6 6 100 %  
KUSTA         60 %
1.      Angka Penemuan Penderita Orang 0 1 0  
2.      Angka Kesembuhan (RFT) Orang 1 1 100 %  
3.      Prevalensi Orang 0 1 0  
4.      Proporsi Pasien Kusta Orang 1 1 100 %  
5.      Proporsi pasien Kusta Anak Anak 0 0 0  
6.      Kecacatan Tingkat 2 Orang 0 0 0  
7.      Diagnosa yang tepat Orang 1 1 100 %  
8.      Defoult Orang 0 0 0  
9.      Pasien Kambuh (Relaps) Orang 0 0 0  
DBD         100 %
1.      PE Orang 4 4 100 %  
MALARIA             100  %
1.      Malaria Positif Orang 0 0 0  
2.      Pemeriksaan sediaan darah ( SD ) pada penderita malaria klinis Orang 65 65 100 %  
FILARIASIS         96 %
1.      Pembagian Obat Orang 20792 19860 96 %  
IMUNISASI         57,7 %
1.      UCI (Universal Child Imunization) Desa 38 11 29 %  
2.      Imunisasi Dasar Lengkap Bayi 468 276 59  %  
3.      HB 0 Bayi 468 385 82.2  %  
4.      BCG Bayi 468 364 78 %  
5.      Polio 1 Bayi 468 389 83.1 %  
6.      Polio 2 Bayi 468 392 83.7 %  
7.      Polio 3 Bayi 468 360 77 %  
8.      Polio 4 Bayi 468 332 71 %  
9.      DPT 1 Bayi 468 355 76 %  
10.   DPT 2       Bayi 468 329 70.2 %  
11.   DPT 3 Bayi 468 312 67 %  
12.   Campak Bayi 468 299 64 %  
13.   DPT Lanjutan Bayi 468 45 10 %  
14.   Campak Lanjutan Bayi 468 67 14.3 %  
15.   TT Wus Wus 512 44 8.5 %  
16.   TT Bumil Bumil 512 260 51 %  
PTM         16 %
1.      POSBINDU Desa 38 16 42 %  
2.      Perempuan usia 30-40 tahun yang di deteksi kanker servic dan payudara Orang 500 30 6 %  
3.      Sekolah yang melakukan KTR Sekolah 15 0 0  
ISPA         29,4 %
1.      Penemuan Kasus ISPA Balita Balita 1766 1036 58,66  %  
2.      Penemuan Kasus Balita Pneumonia Balita 1766 1 0.05 %  
DIARE         2,57 %
1.      Penemuan kasus Diare SU Orang 20792 536 2,57  %  
VCT         100 %
1.      HIV Positif Orang 4 4 100 %  
2.      Yang Mendapat ARV          
UPAYA KESEHATAN PENGEMBANGAN
6. SDIDTK         82 %
  1.      Memantau Pertumbuhan & Perkembangan Bayi, Balita dan Pra Sekolah   2380 1940 82 %  
7. UKS         65 %
  1.      Pembinaan Usia Sekolah/ Dokter kecil Sekolah 11 2         18 %  
2.      Penjaringan anak SD/ MIN Kelas 1 Anak 480 399         83 %  
3.      Penjaringan anak SMP dan    SMU Kelas VII & X

 

Anak 390 308  79 %  
4.      Pemeriksaan Kesehatan Berkala peserta    didik pada anak SD & SMP Anak 14 11    78,.6 %  
8. UKGS         85 %
  1.      Pembinaan Usia Sekolah (Pembinaan KESGILUT) untuk 14 Sekolah Diwilayah Puskesmas Sekolah 14 14 100  
2.      Penjaringan Kesehatan Gigi siswa SD & MIN Anak 480 403 84 %  
3.      Penjaringan Kesehatan Gigi siswa SMP & SMU Siswa 390 272 70 %  
4.      Pemeriksaan Berkala SD & SMU Anak 626 534 85 %  
9. POSYANDU         81 %
  1.       D/S Balita 2112 2112 100 %  
2.       N/D Balita 2112 1421 67 %  
3.       K/S Balita 2112 1576 75 %  
10. KESWA         40 %
  1.      ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa) Orang 91 60 66 %  
2.      Pasien Mandiri Orang 53 28 53 %  
3.      Bebas Pasung Orang 2 0 0  
4.      DSSJ (Desa Siaga Sehat Jiwa) Desa 38 0 0  
11. LANSIA         13.5 %
  1.      Puskesmas dengan Posyandu Lansia aktif setiap bulan Posy 38 3 8 %  
2.      Lansia yang mendapat pelayanan Lansia   4100 19 %  
12. KESTRA         84 %
  1.      Pendataan Pengobatan Tradisional   43 43 100 %  
2.      Sosialisasi dan Orientasi Kesehatan Tradisional Alternatif dan Komplementer   38 26 68 %  
13. PKPR              10 %
  1.      NAPZA Rokok Remaja 1463 283         19  %  
2.      Kejiwaan Remaja 2945 3 0.10 %  
3.      Gangguan Haid Remaja 1478 143 10 %  

Dalam kajian analisis kinerja ini hanya akan dilihat dari sisi responsivitas, akuntabilitas dan kualitas pelayanan sebagai faktor yang bisa dijadikan indikator kinerja. Untuk meningkatkan responsivitas kiranya pertu ada peningkatan kualitas SDM staf Puskesmas Syamtalira Bayu. Tingkat akuntabilitasnya dalam kondisi perbaikan, hal ini bisa dilihat dari pelaksanaan kegiatan dan penggunaan keuangan dalam program-program yang dilaksanakannya sudah dapat dipertanggung jawabkan dengan baik melalui laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah.

Tingkat kualitas pelayanan yang diberikan juga dapat dikatakan adanya peningkatan, terutama dalam bentuk sikap aparat maupun kegiatan-kegiatannya, meskipun masih terdapat kendala seperti keterbatasan kesediaan dan kesesuaian peralatan ataupun terbatasnya dana yang tersedia. Secara konseptual pada kajian kinerja Puskesmas Syamtalira Bayu ini hanya melihat dari tiga indikator yakni responsivitas, akuntabilitas dan kualitas pelayanan, maka akan dapat dibangun sebuah pengukuran yang mencakup indikator input, proses, output, manfaat dan dampak yang memenuhi aspek responsivitas, akuntabilitas dan kualitas

RENCANA PENCAPAIAN KINERJA LIMA TAHUN

  1. Program dan Kegiatan

Puskesmas merupakan sarana kesehatan terdepan dalam melayani kebutuhan masyarakat Kabupaten Aceh Utara sebagai ujung tombak dalam membangun Aceh Utara Sehat. Dengan demikian Puskesmas Syamtalira Bayu semakin dituntut kesiapannya dalam hal merumuskan kebijakan, merencanakan pembangunan yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi di wilayah kerjanya, sehingga tercipta program yang sesuai dengan harapan dan keinginan masyarakat . Keberhasilan pelaksanaan program kesehatan di masyarakat tidak terlepas dari partisipasi aktif anggota masyarakat.

Masyarakat sebagai obyek pembangunan berarti masyarakat terkena dampak langsung atas kebijakan dan kegiatan pembangunan. Dalam hal ini perlu masyarakat ikut dilibatkan baik dari segi formulasi kebijakan maupun aplikasi kebijakan tersebut, sebab merekalah yang dianggap lebih tahu tentang kondisi lingkungannya. Partisipasi masyarakat merupakan faktor penting yang perlu diperhatikan. Pada dasarnya partisipasi masyarakat timbul tidaklah  semata-mata dengan sendirinya melainkan ada hal-hal yang mampu mempengaruhinya, sehingga masyarakat merasa sadar dan terdorong untuk terlibat lebih jauh dalam segala aspek . Perencanaan pembangunan kesehatan merupakan sebuah instrumen yang sangat penting. Sebab perencanaan partisipatif merupakan salah satu dari serangkaian perjalanan pembangunan dan juga tahap awal yang sangat menentukan bagi keberhasilan proses pembangunan kesehatan khususnya. Dengan demikian semangat partisipatif, pembangunan Kesehatan dapat dibahas melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang). Musrenbang merupakan forum tahunan yang dilaksanakan sacara partisipatif oleh semua masyarakat untuk menyepakati pembangunan tahun berikutnya.

Program merupakan kumpulan kegiatan yang menggambarkan tindakan-tindakan yang akan dilakukan untuk menjalankan misi yang diemban oleh suatu organisasi. Kegiatan merupakan suatu tindakan dari penjabaran program untuk mencapai tujuan tertentu sesuai dengan kebijakan yang telah digariskan.

Sesuai dengan Rencana Kegiatan Anggaran (RKA) Puskesmas Syamtalira Bayu maka program dan kegiatan yang akan dilaksanakan tahun anggaran 2018 adalah sebagai berikut :

NO URAIAN KEGIATAN SUMBER DANA
BOK JKN
1 Program Administrasi Perkantoran dengan anggaran  Rp  100.000.000  Rp      57.655.775
2 Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Fasilitas Kesehatan dengan anggaran  Rp    41.800.000  Rp     146.587.080
3 Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur dengan anggaran    Rp     431.701.465
4 Program Upaya Kesehatan Masyarakat dengan kegiatan Program Pemberantasan dan Pengendalian penyakit dengan Anggaran  Rp    93.100.000  
5 Program Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat dengan anggaran  Rp  163.800.000  
6 Program Perbaikan Gizi Masyarakat dengan anggaran  Rp  144.180.000  
7 Program Pengembangan Lingkungan Sehat dengan anggaran  Rp     8.700.000  
9 Program Pengadaan, Peningkatan dan Perbaikan Sarana dan Prasarana Puskesmas/Puskesmas Pembantu dan Jaringannya dengan anggaran    Rp      54.210.000
10 Program Peningkatan Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak  dengan anggaran  Rp    72.000.000  
11 Program Peningkatan dan Perbaikan Pelayanan Kesehatan dengan kegiatan pemberian jasa,makan dan minum petugas dengan anggaran  Rp    20.070.000  Rp     801.233.300

……………………………………….

NO URAIAN KEGIATAN SUMBER DANA
APBD
1 Program Pengadaan, Peningkatan dan Perbaikan Sarana dan Prasarana Puskesmas/Puskesmas Pembantu dan Jaringannya dengan anggaran  Rp         182,400,000
2 Program Peningkatan dan Perbaikan Pelayanan Kesehatan dengan kegiatan pemberian jasa,makan dan minum petugas dengan anggaran  Rp         420,000,000

  1. Rencana Anggaran

Untuk lebih jelasnya mengenai Rumusan Rencana Anggaran Program dan Rencana Kerja (Renja) menjadi sangat penting artinya dalam mengaplikasikan berbagai persoalan-persoalan terkait dengan perencanaan pembangunan daerah sebagai wujud nyata dari tanggung jawab pemerintah dalam mengadopsi berbagai kebutuhan masyarakat yang mengedapankan perencanaan pembangunan yang berbasis pada masyarakat, Community Base Development (CBD) dengan keterlibatan lebih banyak para pelaku-pelaku (stakeholders) dalam menciptakan Good Gavernance sesuai dengan tuntutan paradigma baru, yang pada saatnya akan mampu menciptakan kebijaksanaan yang dampaknya dirasakan kebawah (trickle down effect) sehingga keperpihakan pada masyarakat kecil benar-benar diutamakan.

Output Rencana Kerja Puskesmas Syamtalira Bayu Kabupaten Aceh Utara adalah program tahunan Puskesmas yang sesuai dengan Tupoksi dan sasaran program Puskesmas Syamtalira Bayu Kabupaten Aceh Utara. Rencana Kerja ini selain menjadi pelaksanaan kegiatan selama Tahun 2018 berfungsi pula sebagai sarana peningkatan kinerja Puskesmas. Disamping itu juga dapat memberikan umpan balik yang sangat diperlukan dalam pengambilan keputusan dan penyusunan rencana di masa mendatang oleh para pimpinan manajemen dan seluruh staf Puskesmas Syamtalira Bayu sehingga akan diperoleh peningkatan kinerja ke arah yang lebih baik dimasa datang.

Rencana Kerja Puskesmas Syamtalira Bayu Kabupaten Aceh Utara tahun 2018 merupakan penjabaran dari visi, misi, dan program yang tertuang dalam Renstra, sebagai pedoman pelaksanaan pembangunan Kesehatan selama 1 (satu) tahun.

Kaidah pelaksanaan rencana kerja (Renja) sebagai berikut :

  1. Pemerintah bersama masyarakat, termasuk dunia usaha (swasta) berkewajiban untuk melaksanakan, mendukung program pembangunan Kesehatan.
  2. Adanya kerjasama instansi terkait dalam penyelenggaraan program dan kegiatan agar terjaga efisiensi, keterpaduan dan keberlangsungan program.
  3. Adanya konsistensi dan Komitmen yang kuat dari seluruh aparatur (terutama) dari instansi Dinas Kesehatan dalam melaksanakan tugas.
  4. Instansi terkait berkewajiban mendukung secara proaktif terhadap pembangunan Kesehatan.
  5. Selalu melakukan koordinasi lintas program dan lintas sektor terkait.
  6. Melakukan konsultasi dan konsolidasi dengan pemerintah Kabupaten (Dinas Kesehatan) dan Pemerintah Pusat (Kementrian Kesehatan RI)
  7. Melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala dan berkelanjutan, terhadap penggunaan anggaran, pemanfaatan sarana dan prasarana, serta pelaksanaan program.